jasa training ISO murah di bekasi selatan Konsultan Training ISO 9001 | 14001 | 18001 | 27001 | 22001

jasa training ISO murah di jakarta

[ Adv : Konsultan Training ISO ] jasa training ISO murah di jakarta, 1st Quality Training and Consulting adalah Perusahaan Pelatihan dan Konsultasi Profesional dengan Instruktur dan Konsultan yang berpengalaman. 1st Quality Training and Consulting memiliki visi untuk mendukung berbagai m Konsultan Training ISO

Labbaika Allaahumma labbaik.Labbaika Iaa syariika laka labbaik.Innal hamda wanni'mata laka wal mulk.Laa syariika lak. ("Ya Allah, aku datang karena panggilan-Mu.Tiada sekutu bagi-Mu.Segala nimat dan puji adalah kepunyaan dan kekuasaan-Mu.Tiada sekutu bagi-Mu")

Berduyun-duyun jutaan kaum muslimin dari berbagai penjuru dunia, datang menuju Baitullah untuk memenuhi panggilan-Nya, menjalankan ibadah haji yang merupakan rukun Islam kelima.

Suara tangisan, derai air mata, rintihan doa, desahan zikir dan istigfar bergema di setiap penjuru Masjidil Haram. Inilah ungkapan bahagia kaum muslimin yang mendapat undangan untuk menjadi tamu Allah.

Alangkah bahagianya mereka yang mampu memenuhi panggilan-Nya. Mereka mampu melaksanakan thawaf, shalat dan berdoa di depan ka'bah. Bahkan tak sedikit diantara mereka yang mampu mencium Hajar Aswad di tengah desakan jutaan umat manusia.

Haji, bukanlah ibadah fisik, bukan pula ibadah harta. Namun, haji merupakan ibadah multi dimensi, dimana terdapat dimensi lain yang mesti ada dalam pelaksanaan ibadah haji.

Dalam pelaksanaan ibadah haji, ada empat dimensi yang dibutuhkan untuk mendukung kekhusyuan dan kelancaran ibadah haji tersebut. Adapun keempat dimensi tersebut adalah :

Pertama, Quwwah Jasadiyah (Kekuatan Fisik).
Perjalanan ibadah haji yang kita lakukan adalah perjalanan fisik, misalnya Thawaf (mengelilingi ka'bah) sebanyak tujuh kali putaran, sai (perjalanan antara Shafa dan Marwa), jumrah, dll. Itu semua tentunya membutuhkan kekuatan fisik. Ketika fisik kita lemah dalam melakukan Thawaf, maka kekhusyuan pun akan terganggu. Oleh karena itu, kita dituntut untuk mempersiapkan fisik kita sebelum berangkat ke baitullah. Lakukan olah raga yang cukup dan berikanlah  nutrisi (gizi) yang seimbang (pada tubuh kita), agar fisik kita tetap sehat dan kuat  dalam melaksanakan ibadah haji.

Kedua, Quwwah Maaliyah (Kekuatan Harta).
Mengeluarkan biaya untuk keperluan haji akan dinilai Allah SWT setara dengan mengeluarkan biaya untuk Perang Sabil, satu dirham akan menjadi tujuh ratus kali lipat (HR. Ibnu Abi Syaibah, Ahmad, Thabrani dan Baihaqi). Dalam melaksanakan ibadah haji, yang dibutuhkan bukan hanya semangat yang tinggi atau fisik yang kuat, namun yang tak kalah pentingnya adalah memiliki harta yang cukup. Cukup untuk bekal selama di tanah suci maupun bekal untuk keluarga yang ditinggalkan. Ketika harta kita cukup untuk berangkat haji, begitu kita berniat, segera siapkan diri kita untuk menuju rumah Allah. Rasulullah saw pernah memberikan nasehat, "Bersegeralah melaksanakan haji, karena sesungguhnya seorang di antara kamu tidak mengetahui apa yang akan merintanginya di masa yang akan datang." (H.R. Ahmad).

Ketiga, Quwwah Ilmiyah (Kekuatan Ilmu).
Dalam pelaksanaan ibadah haji, tentunya harus dilakukan sesuai dengan ilmunya (sunnahnya). Untuk itu, sebelum kita berangkat haji, kita harus menguasai terlebih dahulu materi tentang manasik haji, mulai dari thawaf, sai, jumrah dan lain-lain. Mengapa haji yang kita lakukan harus benar? Karena derajat haji mabrur akan mudah di raih, jika dalam pelaksanaan ibadah haji dilakukan dengan benar (sesuai dengan contoh Rasulullah saw).

Keempat, Quwwah Ruhiyah (Kekuatan Ruhani).
Haji adalah ibadah yang membutuhkan kesadaran yang tinggi agar dapat merasakan betapa indah dan nikmatnya menjadi tamu Allah. Luruskan niat dan tanamkan keikhlasan dalam diri kita, bahwa haji yang kita laksanakan hanya karena Allah semata, bukan ingin mendapatkan titel "Haji" sepulangnya dari makkah atau ingin mendapatkan kedudukan terhormat di masyarakat karena telah berhasil berangkat ke tanah suci. Oleh karena itu, mulai saat ini, tinggalkan segala perbuatan yang dilarang oleh-Nya dan sempurnakanlah segala perintah-Nya, niscaya kita akan mendapat kedudukan tertinggi di surga, sebagaimana sabda Rasulullah saw,

"Orang-orang yang sedang berhaji atau berumroh adalah tamu-tamu Allah dan para peziarah rumah-Nya, jika mereka meminta sesuatu dari-Nya niscaya Ia akan memberinya. Dan jika mereka memohon ampunan dari-Nya niscaya Ia akan mengampuninya. Dan jika mereka berdoa kepada-Nya niscaya Ia akan mengabulkannya. Dan jika mereka bersyafaat (memintakan sesuatu untuk orang lain) kepada-Nya niscaya Ia akan menerima syafaatnya" (H.R. Ibnu Majah).

 
Itulah empat dimensi yang harus kita siapkan untuk melaksanakan ibadah haji. Tanpa persiapan tersebut, kekhusyuan dan kelancaran pun akan terganggu . Untuk itu, mulai saat ini persiapkanlah diri kita untuk menjadi tamu-tamu Allah dengan memiliki empat komponen diatas, agar kita mampu meraih kekhuyuan yang optimal.

Wallaahu a'lam.

Sumber : http://www.percikaniman.org

Baca Juga Artikel Lainnya : PENGERTIAN IBADAH HAJI DAN UMRAH

[ Adv : Konsultan Training ISO

Support Online

PT BINTANG SOLUSI UTAMA
 
Email
1st.quality.training@gmail.com
 
Jakarta:
Indonesia Stock Exchange Tower 2, 17th Floor.
Jl. Jendral Sudirman Kav 52-53
(021) 5291 7466
 
Surabaya
Virto Office
Ruko Galaxy Bumi Permai Blok J1 No 23A-25 Surabaya
(031) 5967 623
 
Jogja
Jl Jodipati no 33 Pringgolayan, Sleman, Joga
0819 0592 3696
 
Ponsel
0819 0592 3696 (WA available)