jasa training ISO murah di bekasi utara Konsultan Training ISO 9001 | 14001 | 18001 | 27001 | 22001

jasa training ISO murah di jakarta

[ Adv : Konsultan Training ISO ] jasa training ISO murah di jakarta, 1st Quality Training and Consulting adalah Perusahaan Pelatihan dan Konsultasi Profesional dengan Instruktur dan Konsultan yang berpengalaman. 1st Quality Training and Consulting memiliki visi untuk mendukung berbagai m Konsultan Training ISO

Saco-Indonesia.com - Sebuah penelitian mengindikasikan, peran ayah dan ibu dalam pengasuhan memberi pengaruh besar terhadap proses tumbuh kembang anak.  Anak yang dibesarkan oleh kedua orangtuanya berpotensi menjadi pribadi yang cerdas, bahkan lebih pintar dibandingkan anak yang hanya diasuh oleh single parent. Stimulasi lengkap dari kedua orang tua memungkinkan anak mampu mengembangkan sel otak lebih banyak.

Ini merupakan hasil kajian para ilmuwan dari Hotchkiss Brain Institute (HBI), Calgary University, Kanada.  Dalam risetnya, peneliti menggunakan hewan tikus yang diasuh satu dan dua orangtua. Selama penelitian, tim peneliti memantau perkembangan sel otak lahir sampai tua. Hasilnya, sel otak terbanyak diperoleh pada tikus yang diasuh oleh dua orangtua dibandingkan yang hanya satu.

"Semasa bayi, mereka menerima lebih banyak perhatian dan perawatan. Rasa sayang dan peduli ini yang berperan pada perkembangan otaknya," kata Direktur HBI, Dr. Samuel Weiss.

Peneliti berasumsi, bayi dengan orangtua lengkap lebih sedikit memiliki kemungkinan mengalami trauma. Sehingga, bayi yang diasuh orangtua lengkap berkesempatan tumbuh baik di lingkungan yang optimal.

Banyaknya sel otak, menurut peneliti, disebabkan bayi tikus memperoleh perhatian dan kestabilan dalam hidupnya. Sehingga, pada tahun pertama bayi tikus tidak perlu menderita tekanan emosional karena minimnya perhatian yang diperoleh.

Rangsang ini berefek baik pada perkembangan otak. Pada tikus jantan, sel-sel pada daerah area kelabu (grey matter) lebih banyak berkembang, sedangkan pada tikus betina sel-sel pada area putih (white matter) mendapat porsi lebih. Efeknya tikus jantan memiliki ingatan dan fungsi belajar yang lebih baik. Sedangkan tikus betina memiliki koordinasi motorik dan kemampuan sosial lebih baik.

Sekalipun dilakukan pada tikus, peneliti mengaku yakin hasil penelitian berlaku sama pada manusia. Hal ini dikarenakan kondisi lingkungan dan pola asuh disesuaikan mirip dunia manusia.  Peneliti juga yakin fase tahun pertama kehidupan tikus dan manusia tidak jauh berbeda.

 

Editor :Liwon Maulana
[ Adv : Konsultan Training ISO

Support Online

PT BINTANG SOLUSI UTAMA
 
Email
1st.quality.training@gmail.com
 
Jakarta:
Indonesia Stock Exchange Tower 2, 17th Floor.
Jl. Jendral Sudirman Kav 52-53
(021) 5291 7466
 
Surabaya
Virto Office
Ruko Galaxy Bumi Permai Blok J1 No 23A-25 Surabaya
(031) 5967 623
 
Jogja
Jl Jodipati no 33 Pringgolayan, Sleman, Joga
0819 0592 3696
 
Ponsel
0819 0592 3696 (WA available)