Perbedaan ISO 45001 dan OHSAS 18001 Perbedaan ISO 45001 dan OHSAS 18001

Perbedaan ISO 45001 dan OHSAS 18001

Perbedaan ISO 45001 dan OHSAS 18001

Perbedaan ISO 45001 dan OHSAS 18001

OHSAS 18001 pertama kali dipublikasikan paada tahun 1999 dan telah diakui sebagai standar  Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan yang dapat dinilai dan bersertifikat. Tahun 2016, ISO merencanakan untuk menerbitkan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3)  ISO 45001 untuk menggantikan OHSAS 18001. Lalu apa perbedaan ISO 45001 dan OHSAS 18001.

ISO 45001  adalah standar SMK3 yang dirancang oleh Komite proyek ISO dan dijadwalkan untuk dipublikasikan pada akhir tahun 2016. Terdapat  sejumlah perbedaan jelas antara ISO 45001  dan OHSAS 18001 . Beberapa perbedaan utama antara dua standar diljelaskan di bawah ini.

Perbedaan pertama berkaitan dengan struktur. ISO 45001 didasarkan pada ISO Guide 83 ("Annex SL") yang menetapkan struktur tingkat tinggi yang umum, teks dan istilah serta definisi umum  untuk sistem manajemen (misalnya ISO 9001 , ISO 14001, dll.). Struktur ini bertujuan untuk memfasilitasi proses implementasi dan integrasi beberapa sistem manajemen secara harmonis, terstruktur dan efisien. Struktur tersebut adalah sebagai berikut:


1.    Ruang lingkup
2.    Acuan normatif
3.    Istilah dan definisi
4.    Konteks organisasi
5.    Kepemimpinan
6.    Perencanaan
7.    Dukungan
8.    Operasi
9.    Evaluasi kinerja
10. Perbaikan

Dalam standar baru ada fokus yang kuat pada "konteks organisasi". Dengan ISO 45001, organisasi harus melihat melampaui isu-isu kesehatan dan keselamatan mereka sendiri dan mempertimbangkan apa yang masyarakat harapkan dari mereka, dalam hal yang berkaitan dengan isu-isu kesehatan dan keselamatan.

Beberapa organisasi yang menggunakan OHSAS 18001 mendelegasikan tanggung jawab kesehatan dan keselamatan kerja pada manajer K3, ketimbang mengintegrasikannya dalam sistem operasi organisasi. ISO 45001 menuntut penggabungan dari aspek kesehatan dan keselamatan kerja dalam keseluruhan sistem manajemen organisasi, dengan demikian mendorong top manajemen untuk memiliki peran kepemimpinan yang kuat terhadap sistem manajemen K3.

ISO 45001 berfokus pada mengidentifikasi dan mengendalikan risiko daripada bahaya, sebagai mana dipersyaratkan dalam OHSAS 18001.

ISO 45001 mempersyaratkan organisasi untuk memperhitungkan bagaimana pemasok dan kontraktor mengelola resikonya.

Dalam ISO 45001 beberapa konsep dasar yang berubah, seperti risiko, pekerja dan tempat kerja. Ada juga baru definisi istilah seperti: monitoring, pengukuran, efektivitas, kinerja dan proses K3.

Istilah "dokumen" dan "catatan" keduanya telah digantikan dengan istilah " informasi didokumentasikan " dalam ISO 45001. ISO 45001 juga menyatakan bahwa informasi yang didokumentasikan harus dijaga sejauh yang diperlukan untuk memiliki keyakinan bahwa proses ini telah dilakukan seperti yang direncanakan.

Meskipun trdapat beberapa perubahan, tujuan keseluruhan ISO 45001 tetap sama seperti OHSAS 18001, yaitu untuk mengurangi risiko yang tidak dapat diterima dan memastikan keselamatan dan kesejahteraan semua orang yang terlibat dalam kegiatan organisasi.

Support Online

1ST QUALITY TRAINING & CONSULTING
PT BINTANG SOLUSI UTAMA
 
Email
1st.quality.training@gmail.com
 
Jakarta:
Indonesia Stock Exchange Tower 2, 17th Floor.
Jl. Jendral Sudirman Kav 52-53
(021) 5291 7466
 
Surabaya
Virto Office
Ruko Galaxy Bumi Permai Blok J1 No 23A-25 Surabaya
(031) 5967 623
 
Ponsel
0819 0592 3696 (WA available)